728x90 AdSpace

Latest

Sabtu, 15 Januari 2022

Benteng Van Der Wijck 1818 di Masa Perang Pangeran Diponegoro



Benteng Van Der Wijck didirikan pada tahun 1818 oleh Jenderal Van den Bosh. Dulunya, ini hanya berfungsi sebagai kantor VOC, sebuah kongsi perdagangan milik Belanda. Kemudian Benteng Van Der Wijck berubah fungsinya sebagai benteng pertahanan ketika Belanda berperang melawan masyarakat Yogyakarta, Benteng Van Der Wijck terletak di Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen dan terletak sekitar 20 kilometer dari pusat kota kebumen dan bisa ditempuh kurang lebih 25-30 menit dari pusat kota kebumen serta bisa diakses menggunakan angkutan umum maupun kendaraan pribadi.

Menurut Cerita sejarah dari berbagai kalangan, Benteng Van der Wijck dibangun pada awal abad 19 atau sekitar 1818 seiring meluasnya pemberontakan Pangeran Diponegoro di beberapa daerah. Pembangunan benteng ini adalah sebagai tempat pertahanan sekaligus perencanaan penyerangan di eks-Karisidenan Kedu Selatan.

Tapi dalam versi yang lain, Benteng Van der Wijck dibangun pada tahun 1844. Sebelum dibangun menjadi benteng, gedung ini awalnya hanya sebuah  kantor Kongsi Dagang VOC (Vereenigde Ootindische Compagnie). Lantaran kekuatan pasukan Pangeran Diponegoro yang berpusat di Bagelen Selatan (sekarang kota Kebumen) cukup besar, Belanda mendatangkan tentaranya ke Gombong. 

Mereka kemudian ditempatkan di kantor Kongsi Dagang VOC, Karena dijadikan pertahanan militer dalam menghadapi perlawanan Pangeran Diponegoro di wilayah Bagelen Selatan, pada 1844 akhirnya Belanda mulai membangun sebuah benteng di kantor Kongsi Dagang VOC tersebut. Empat tahun kemudian benteng ini baru selesai dibangun.

Jika dibandingkan dengan peninggalan Belanda lainnya, Benteng Van der Wijck mempunyai keunikan tersendiri. Bangunannya dua lantai dan berbentuk segi delapan berwarna merah bata. Ketinggian gedung 10 meter. Tebal dindingnya mencapai 1,4 meter dan tebal lantai 1,1 meter. Total luasnya bangunannya sekitar 7.170 meter persegi.

Des 2021 
Bangunan Benteng ini dibangun oleh pihak militer Belanda dengan mempekerjakan kurang lebih 1400 orang yang berasal dari Banyumas dan Bagelen. Pada tahun 1856, Benteng Cochius difungsikan menjadi sekolah militer (Pupillenschool) atau sekolah taruna untuk orang-orang Eropa. Benteng berganti nama menjadi Benteng Van Der Wijck sebagai hadiah atas jasanya di bidang kemiliteran Belanda.

Di masa kependudukan Jepang, Benteng Van Der Wijck masih difungsikan sebagai tempat pelatihan tentara. Fungsi ini masih bertahan hingga Indonesia merdeka. Benteng digunakan sebagai barak ABRI hingga tahun 1980. Setelah itu benteng diubah fungsinya menjadi tempat tinggal anggota TNI Angkatan Darat hingga tahun 2000.

Bangunan peninggalan Belanda ini dikelola oleh pihak swasta PT Indo Power Makmur Sejahtera, untuk dijadikan objek wisata sejarah. Di dalamnya dibangun beberapa sarana permainan anak-anak. seperti perahu angsa, kincir putar, kolam renang dan berbagai macam permainan serta wahana anak-anak lainnya, Tidak ketinggalan juga sebuah patung dinosaurus raksasa ikut dibangun untuk meramaikan suasana dan lebih mengakrabkan dengan dunia anak-anak. Bahkan sebuah stasiun kereta api mini dibangun di bagian atas benteng tepat di atas gerbang utama, memungkinkan pengunjung untuk mengitari sisi atas benteng dengan menggunakan kereta mini.


Bangunan benteng peninggalan Belanda ini berdenah segi delapan, berlantai 2 dengan tinggi 10 meter, dan memiliki empat pintu masuk yang terletak pada keempat penjuru mata angin dengan pintu utama terletak di sisi barat daya. Bangunan benteng ini memiliki dinding setebal 1,4 meter. Pada lantai pertama Benteng Van Der Wijck terdapat empat pintu masuk dan 16 ruangan besar yang masing-masing berukuran 18 m x 6,5 m serta juga terdapat 27 ruangan lain berbeda ukuran. Pada lantai pertama terdapat 72 jendela dengan 63 pintu penghubung dan pintu keluar, serta terdapat 8 tangga menuju lantai dua serta 2 tangga darurat.
Pada lantai dua terdapat 70 pintu penghubung, 84 jendela, 16 ruang yang berukuran besar masing-masing berukuran 18 m x 6,5 m, 25 ruang yang berukuran kecil, dan terdapat 4 tangga menuju atap. Benteng Van der Wijck memiliki atap yang berbentuk piramid yang terbuat dari bata merah, berbetuk seperti bertingkat yang berukuran 3 m x 3 m x 1,5 m dan terdapat dua ventilasi.
Selain benteng, terdapat bangunan lain sebagai unsur-unsur pendukung seperti penjara, garasi, barak prajurit, bangunan logistik perkantoran, rumah sakit dan kompleks makam Belanda.




----------------------
Sumber
- Kunjungan Wisata Des 2021
- http://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/ 
- https://www.kompasiana.com/bayuakmalprasetyo

Benteng Van Der Wijck  1818 di Masa Perang Pangeran Diponegoro
  • Title : Benteng Van Der Wijck 1818 di Masa Perang Pangeran Diponegoro
  • Posted by :
  • Date : Januari 15, 2022
  • Labels :
Next
This is the most recent post.
Posting Lama

thanks for your comments

Top