Pulau Lengkuas dan Mercusuar Tua: Menyusuri Jejak Sejarah di Tengah Laut Belitung
Bayangkan sebuah pulau kecil di tengah laut. Pasirnya putih, airnya sebening kaca, dan bongkahan batu granit raksasa tersebar di sepanjang pantainya. Lalu, di tengah pulau berdiri sebuah menara putih yang menjulang tinggi, seolah sedang mengawasi laut sejak lebih dari satu abad yang lalu.
Itulah Pulau Lengkuas, salah satu ikon wisata paling terkenal di Belitung.
Menara itu menyimpan cerita panjang tentang kapal-kapal yang
berlayar di perairan Belitung, bahaya batu granit di laut, teknologi navigasi
pada masa kolonial, hingga perjalanan Pulau Lengkuas menjadi destinasi wisata
seperti sekarang.
Sebelum Menjadi Destinasi Wisata, Pulau Lengkuas Adalah Penjaga Jalur Laut
Ketika
melihat Pulau Lengkuas sekarang, sulit membayangkan bahwa lebih dari seratus
tahun lalu tempat ini memiliki peran yang sangat berbeda.
Tidak
ada kapal wisata yang membawa rombongan wisatawan untuk snorkeling. Tidak ada
orang yang sibuk mencari sudut terbaik untuk berfoto. Tidak ada pula unggahan
media sosial yang membuat pulau ini semakin terkenal.
Belitung
berada di kawasan perairan yang sejak lama memiliki arti penting bagi
pelayaran. Letaknya berhubungan dengan jalur laut menuju kawasan Sumatra,
Bangka, Jawa, dan Selat Karimata.
Gugusan
batu granit menjadi salah satu ciri khas wilayah ini. Dari sudut pandang
wisatawan, batu-batu raksasa tersebut merupakan pemandangan yang luar biasa
indah.
| Menara Putih (Mercusuar 1882) |
| Kawasan Pulau Lengkuas |
Bagi pelaut, ceritanya berbeda.
Batu yang berada dekat permukaan laut dapat menjadi ancaman serius bagi kapal. Karena itulah sebuah penanda navigasi dibutuhkan di kawasan tersebut Dan Pulau Lengkuas kemudian menjadi tempat berdirinya salah satu penanda navigasi yang hingga kini menjadi ikonnya: mercusuar tua yang dibangun pada 1882.Mercusuar
Pulau Lengkuas Dibangun pada 1882
Ada angka yang patut diingat ketika berkunjung ke Pulau Lengkuas: 1882.
Tahun itulah mercusuar di pulau ini dibangun pada masa kolonial Belanda.Kajian arkeologi maritim mencatat bahwa menara tersebut dibuat oleh L.I.
Enthoven & Co. di ’s-Gravenhage, nama lama untuk Den Haag, Belanda.
Struktur utamanya menggunakan besi dan dirancang sebagai menara api untuk
membantu navigasi pelayaran.
Bayangkan suasana pada akhir abad ke-19.
Teknologi navigasi belum seperti sekarang. Kapal belum memiliki
sistem GPS seperti yang kita kenal. Pelaut sangat bergantung pada peta, kompas,
pengetahuan tentang kondisi perairan, serta berbagai tanda navigasi.
Pulau Lengkuas pun bukan sekadar sebuah pulau kecil. Ia menjadi bagian dari sistem keselamatan pelayaran di perairan Belitung.
![]() |
| Mercusuar Putih yang Eksotis |
Mengapa Harus di Pulau Lengkuas?
Pertanyaan menariknya adalah: mengapa mercusuar tersebut dibangun di
sini?
Apa yang dahulu harus diwaspadai kapal, kini justru menjadi salah
satu alasan wisatawan datang.
| Batu "Garuda" - Batu granit di kawasan Lengkuas - Kepayang |
| Batu "Berlayar" - Gugusan batu Granit di kawasan Lengkuas |
Menara
Besi yang Berdiri Lebih dari 140 Tahun
Mercusuar Pulau Lengkuas merupakan bangunan yang mengesankan.
Kajian arkeologi maritim mencatat tinggi menara sekitar 65 meter,
dengan sekitar 18 lantai dan bidang fokus sekitar 61 meter
Angka tersebut mungkin terasa biasa jika hanya dibaca.
Namun ketika berdiri di bawah menara dan mendongak ke atas,
ukurannya terasa jauh lebih mengesankan.
Tangga berputar membawa pengunjung menuju bagian atas menara.
Semakin tinggi naik, semakin luas pemandangan yang terlihat.
Di bawah, laut biru membentang.
Batu-batu granit terlihat seperti pulau-pulau kecil yang berserakan di antara air.
Dan ketika mencapai bagian atas, Pulau Lengkuas terlihat berbeda sama sekali.
Dari sana kita bisa memahami mengapa lokasi ini sangat strategis bagi navigasi.
| Batu - batu granit yang berserakan di antara air |
![]() |
| Spot lokasi wisata batu granit |
Mercusuar bukan hanya tinggi untuk terlihat indah. Ketinggiannya memang memiliki fungsi penting agar cahaya dapat terlihat oleh kapal dari jarak yang jauh.
Di Balik
Menara Ada Kehidupan Para Penjaga Mercusuar
Satu hal yang menarik dari sejarah mercusuar adalah bahwa menara tidak pernah benar-benar berdiri sendirian.
Sebuah mercusuar membutuhkan manusia untuk mengoperasikan dan merawatnya.
Kajian arkeologi maritim mencatat adanya fasilitas pendukung di
sekitar kompleks mercusuar, termasuk rumah penjaga dan bangunan untuk menyimpan
peralatan serta kebutuhan operasional.
Bayangkan kehidupan para penjaga mercusuar pada masa lalu.
Mereka tinggal di sebuah pulau kecil, jauh dari keramaian kota.
Setiap hari mereka harus memastikan fasilitas navigasi tetap
bekerja.
| Berasa seperti penjaga mercusuar |
Malam hari mungkin menjadi waktu paling penting. Ketika kapal-kapal berada di laut dalam kegelapan, cahaya dari menara menjadi salah satu petunjuk yang membantu mereka menentukan posisi. Bagi wisatawan masa kini, pulau ini terasa seperti tempat untuk melarikan diri sejenak dari kesibukan. Bagi para penjaga mercusuar pada masa lalu, pulau ini adalah tempat tinggal sekaligus tempat bekerja. Di situlah sisi lain sejarah Pulau Lengkuas mulai terasa.
Dari Mercusuar Kolonial Menjadi Ikon Belitung
Indonesia merdeka.
Sistem pelayaran berkembang,
Yang menarik, keberadaannya tidak berhenti sebagai peninggalan sejarah. Mercusuar tersebut masih berkaitan dengan fungsi navigasi dan dikelola dalam sistem perhubungan laut Indonesia.
Di saat yang sama, Belitung mulai dikenal sebagai destinasi wisata bahari.
Film, fotografi, media sosial, dan promosi wisata membuat nama Belitung semakin populer.
Pulau Lengkuas pun ikut berubah.
Menara yang dahulu berfungsi terutama sebagai alat bantu navigasi kini menjadi salah satu ikon pariwisata.
Wisatawan datang bukan hanya untuk melihat mercusuar, tetapi juga untuk menikmati keseluruhan lanskap pulau: laut biru, pasir putih, batu granit, dan menara tua yang berdiri di tengah semuanya.
Mengapa
Pulau Lengkuas Terasa Begitu Istimewa?
| Spot - Lokasi Batu Berlayar |
Dari Batu
yang Ditakuti Pelaut Menjadi Spot Foto Wisatawan
Ada ironi kecil yang menarik di Pulau Lengkuas. Benarkah
Nama “Lengkuas” Berasal dari Nama Perusahaan Pembuat Mercusuar?
Ini salah satu cerita yang sering muncul ketika membicarakan Pulau Lengkuas.
Ada versi yang mengaitkan nama Lengkuas dengan perusahaan
pembuat mercusuar, yaitu L.I. Enthoven & Co.
Menurut cerita yang berkembang, nama perusahaan tersebut kemudian dikaitkan dengan penyebutan lokal hingga muncul nama Lengkuas. Cerita ini memang menarik, tetapi sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai fakta sejarah yang sudah terbukti.
Pasalnya, sumber resmi pemerintah daerah Belitung memberikan penjelasan lain mengenai asal-usul nama Pulau Lengkuas dan mengaitkannya dengan
vegetasi yang dahulu terdapat di pulau tersebut.
Karena itu, jika Anda berkunjung dan mendengar cerita mengenai asal nama Lengkuas, anggaplah kisah tentang L.I. Enthoven sebagai versi atau
cerita populer, bukan satu-satunya fakta sejarah.
Justru perbedaan cerita semacam ini membuat sejarah lokal semakin
menarik untuk ditelusuri.Naik ke
Puncak Mercusuar: Seperti Apa Pemandangannya?
Bagi wisatawan, salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah
menaiki mercusuar.
Tangga demi tangga membawa kita semakin tinggi.
Di awal mungkin terasa biasa.
Namun semakin ke atas, suara ombak dan aktivitas di sekitar pantai erlahan terasa semakin jauh.
Kemudian ketika sampai di bagian atas, panorama terbuka.
Laut Belitung terlihat luas.
Batu-batu granit yang dari bawah terlihat besar kini tampak seperti
potongan-potongan kecil di atas permukaan laut.
Perahu yang membawa wisatawan terlihat kecil.
Di titik ini, fungsi mercusuar menjadi lebih mudah dipahami.
Dari tempat tinggi seperti ini, kita dapat membayangkan bagaimana ebuah menara dapat menjadi titik orientasi bagi kapal yang berada jauh di laut. Pemandangan indah yang kita nikmati hari ini sebenarnya merupakan agian dari alasan mengapa mercusuar tersebut dibangun sejak awal.Pulau Lengkuas Bukan Sekadar Tempat Berfoto
Orang mengenalnya sebagai tempat dengan air laut jernih. Sebagai tempat snorkeling.
Sebagai lokasi island hopping. Sebagai salah satu spot foto paling terkenal di Belitung.
Semua itu benar.
Tetapi Pulau Lengkuas juga merupakan bagian dari sejarah maritim Indonesia.
Mercusuarnya menyimpan cerita mengenai:
- Perkembangan navigasi laut;
- Aktivitas pelayaran di sekitar belitung;
- Teknologi konstruksi besi pada abad ke-19;
- Sistem keselamatan pelayaran;
- Kehidupan penjaga mercusuar;
- Serta perubahan fungsi sebuah tempat dari kawasan navigasi menjadi destinasi wisata.
Cobalah berdiri sejenak di depannya.
Lihat tangga yang menjulang ke atas.
Perhatikan struktur besinya.
Kemudian bayangkan bahwa bangunan itu sudah ada jauh sebelum pariwisata Belitung berkembang seperti sekarang.
Tips
Menikmati Pulau Lengkuas dengan Lebih Berkesan
Jika suatu saat Anda berkesempatan mengunjungi Pulau Lengkuas,
cobalah menikmati tempat ini dengan cara yang sedikit berbeda.
1. Jangan langsung mencari spot foto
Berjalanlah terlebih dahulu mengelilingi pulau. Perhatikan hubungan antara pantai, batu granit, laut, dan mercusuar.2. Luangkan waktu untuk melihat mercusuar
Bangunan ini adalah inti sejarah Pulau Lengkuas Bayangkan bagaimana rasanya berada di tempat ini lebih dari seratus tahun lalu.3. Nikmati pemandangan dari laut
Justru dari atas perahu, hubungan antara mercusuar dan posisi pulau akan terasa lebih jelas. Menara tersebut terlihat seperti penanda yang berdiri sendiri di tengah gugusan pulau.4. Hormati bangunan bersejarah
Mercusuar bukan sekadar objek wisata. Ia memiliki nilai sejarah sekaligus fungsi navigasi. Karena itu, ikuti aturan yang berlaku ketika mengunjungi kawasan tersebut.5. Jangan lupakan lautnya
Sejarah memang enjadi daya tarik utama, tetapi Pulau Lengkuas tetap merupakan destinasi isata bahari. Snorkeling,berenang, dan menikmati panorama laut menjadi bagian dari pengalaman yang embuat perjalanan ke sini lengkap.Cara Terbaik
Melihat Pulau Lengkuas
Ada satu cara sederhana untuk memahami Pulau Lengkuas: Mercusuar
yang Menyimpan Cerita
Pulau Lengkuas mungkin kecil jika dilihat di peta.
Namun sejarah yang tersimpan di dalamnya jauh lebih besar.
Lebih dari 140 tahun lalu, sebuah mercusuar besi dibangun di pulau
ini untuk membantu kapal menavigasi perairan Belitung. Keberadaan batu granit
di sekitar kawasan menjadi salah satu alasan penting mengapa penanda navigasi
diperlukan.
Hari ini, fungsi Pulau Lengkuas telah berkembang. Kapal-kapal wisata datang membawa wisatawan.
Mercusuar Pulau Lengkuas bukan hanya bangunan tua. Ia adalah
pengingat bahwa sebelum menjadi destinasi wisata, pulau ini terlebih dahulu
menjadi bagian dari perjalanan panjang manusia dalam menaklukkan dan memahami
laut.
-------------------------------------------------
Sumber Footage:
Kunjungan wisata Agustus 2026



