.

Candi Plaosan, Candi Prambanan & Candi Sewu | Cerita dibalik Romantis dan Kemegahan Masa Kerajaan

 

Sejarah Candi Plaosan

Lokasi dan Gambaran Umum

Candi Plaosan merupakan kompleks candi Buddha yang terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Letaknya tidak jauh dari Candi Prambanan, sehingga sering dikaitkan dalam satu kawasan sejarah peradaban Jawa kuno. 

Candi ini terkenal karena keindahan arsitekturnya serta nilai filosofis yang mencerminkan harmoni antara agama Buddha dan Hindu.


Latar Belakang Sejarah 

Candi Plaosan dibangun pada abad ke-9 Masehi pada masa Kerajaan Mataram Kuno, khususnya pada periode Wangsa Syailendra dan Sanjaya. Pembangunan candi ini sering dikaitkan dengan kisah cinta antara:

  • Rakai Pikatan (penganut Hindu)
  • Pramodhawardhani (penganut Buddha)

Perbedaan agama tidak menjadi penghalang, bahkan justru melahirkan simbol toleransi yang tercermin dalam arsitektur Candi Plaosan.

Diperkirakan, Rakai Pikatan membangun candi ini sebagai bentuk penghormatan dan cinta kepada permaisurinya, Pramodhawardhani.

Pembagian Kompleks Candi

Candi Plaosan terbagi menjadi dua bagian utama:

1. Plaosan Lor (Utara)

Bagian ini merupakan kompleks utama yang terdiri dari:

  • Dua candi induk kembar
  • Puluhan candi perwara (pendamping)
  • Stupa-stupa kecil

Ciri khas Plaosan Lor adalah adanya arca bodhisattva dan relief Buddha yang sangat detail.

Candi Plaosan

2. Plaosan Kidul (Selatan)

Bagian ini lebih sederhana dan tidak seutuh Plaosan Lor, kemungkinan digunakan untuk kegiatan pendukung atau area pelengkap.

Ciri Arsitektur dan Keunikan

Candi Plaosan memiliki beberapa keunikan yang membedakannya dari candi lain:

1. Perpaduan Hindu-Buddha

Meskipun merupakan candi Buddha, terdapat unsur arsitektur Hindu. Hal ini mencerminkan toleransi dan akulturasi budaya pada masa itu. 

2. Candi Kembar

Dua bangunan utama yang identik melambangkan keseimbangan dan kemungkinan merepresentasikan pasangan kerajaan.

3. Relief dan Arca

Relief di candi menggambarkan kehidupan spiritual, bodhisattva, serta tokoh-tokoh Buddha dengan detail yang halus.

Fungsi Candi

Candi Plaosan diduga berfungsi sebagai:

  • Tempat ibadah umat Buddha
  • Biara atau vihara bagi para biksu
  • Simbol politik dan budaya kerajaan

Masa Kemunduran

Seperti banyak candi di Jawa Tengah, Candi Plaosan mengalami kemunduran akibat:

  • Letusan gunung berapi (terutama dari Gunung Merapi)
  • Perpindahan pusat kekuasaan ke Jawa Timur
  • Faktor alam dan waktu

Candi sempat terbengkalai selama berabad-abad sebelum akhirnya ditemukan kembali dan direstorasi


Sejarah Candi Sewu

Candi Sewu

Lokasi dan Gambaran Umum

Candi Sewu terletak tidak jauh dari Candi Prambanan. Meskipun namanya berarti “seribu”, jumlah candinya sebenarnya tidak mencapai seribu.

Candi Sewu merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua di Indonesia setelah Candi Borobudur.


Latar Belakang Sejarah

Candi Sewu dibangun pada abad ke-8 Masehi pada masa Kerajaan Mataram Kuno, terutama di bawah kekuasaan Wangsa Syailendra yang beragama Buddha.

Candi ini diperkirakan lebih tua daripada Candi Prambanan dan diduga berkaitan dengan pemerintahan:

  • Rakai Panangkaran

Pembangunan Candi Sewu juga disebut dalam Prasasti Manjusrigrha (792 M), yang menyebutkan bahwa kompleks ini didedikasikan untuk Bodhisattva Manjusri.

Struktur dan Arsitektur

Candi Sewu memiliki struktur yang sangat luas dan kompleks:

  • 1 candi utama di tengah
  • 8 candi apit
  • 240 candi perwara (pendamping)

Ciri khasnya:

  • Arsitektur Buddha Mahayana
  • Gerbang dijaga oleh arca Dwarapala raksasa
  • Tata letak simetris berbentuk mandala

Fungsi Candi

Candi Sewu berfungsi sebagai:

  • Tempat ibadah umat Buddha
  • Pusat kegiatan keagamaan
  • Kompleks pendidikan atau vihara

Legenda Roro Jonggrang

Candi Sewu juga dikaitkan dengan legenda Roro Jonggrang. Dalam cerita tersebut, Bandung Bondowoso diminta membangun 1000 candi dalam satu malam. 

Candi Sewu sering dianggap sebagai bagian dari “seribu candi” dalam legenda tersebut.


Sejarah Candi Prambanan

Candi Roro jonggrang/ Prambanan

Lokasi dan Gambaran Umum

Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi ini juga dikenal dengan nama “Roro Jonggrang”.

Kompleks ini telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.


Latar Belakang Sejarah

Candi Prambanan dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu.

Pembangunannya dikaitkan dengan:

  • Rakai Pikatan

Candi ini dibangun sebagai tandingan terhadap kejayaan candi-candi Buddha dari Wangsa Syailendra, seperti Borobudur dan Sewu.

Struktur dan Arsitektur 

Candi Prambanan memiliki arsitektur khas Hindu yang megah:

  • 3 candi utama:
    • Candi Siwa (tertinggi)
    • Candi Brahma
    • Candi Wisnu
  • 3 candi wahana:
    • Nandi (kendaraan Siwa)
    • Angsa (Brahma)
    • Garuda (Wisnu)

Total terdapat 240 candi dalam kompleks ini.

Ciri khas:

  • Menjulang tinggi (Candi Siwa ±47 meter)
  • Relief cerita epik Ramayana
  • Tata ruang berbasis kosmologi Hindu 

Fungsi Candi

Candi Prambanan berfungsi sebagai:

  • Tempat pemujaan Trimurti (Siwa, Brahma, Wisnu)
  • Pusat kegiatan keagamaan Hindu
  • Simbol kekuasaan kerajaan

Legenda Roro Jonggrang

Seperti Candi Sewu, Prambanan juga terkait dengan legenda Roro Jonggrang.

Dalam cerita:

  • Bandung Bondowoso jatuh cinta pada Roro Jonggrang
  • Ia diminta membangun 1000 candi dalam semalam
  • Karena gagal, Roro Jonggrang dikutuk menjadi arca

Arca tersebut dipercaya sebagai arca Durga di Candi Siwa.



thanks for your comments

Lebih baru Lebih lama

ads

ads

Magspot Blogger Template

نموذج الاتصال