728x90 AdSpace

Latest

Selasa, 06 Maret 2018

Sejarah Waduk Cengklik Boyolali yang Merana


Lokasi Waduk Cengklik

Waduk ini terletak di Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi Waduk ini berada di sebelah barat Bandara Internasional Adi Sumarmo menuju ke arah Sambi.

Sejarah Waduk Cengklik

Waduk Cengklik dibangun pada tahun 1926-1928 oleh Pura Mangkunegaran dan Pemerintah Kolonial Belanda. Waduk buatan ini merupakan fasilitas publik dengan membendung sungai yang datangnya dari arah Sambi dan sekitarnya, untuk memberikan pasokan air guna mengairi sawah dan perkebunan milik Pura Mangkunegaran.                        
Nama Cengklik sendiri itu diambil dari Dukuh pertama yang dimulai menjadi waduk, yaitu Dukuh Cengklik. Waduk dengan luas sekitar 250 hektar ini, pada tahun 1970 masih mampu menampung air sebanyak 17,5 juta meter kubik. Pada tahun 1998, kapasitas air menurun menjadi 12,5 juta meter kubik, dan saat ini Waduk diperkirakan hanya mampu menampung sekitar 9 juta meter kubik. Sehingga, akhirnya kapasitas air Waduk Cengklik tersebut sudah tidak mencukupi untuk irigasi ribuan hektar sawah petani di tiga Kecamatan, yaitu Sambi, Ngemplak, dan Nogosari. Salah satu konsekuensi nyata, adalah dengan berhenti produksinya Pabrik Gula Colomadu milik Pura Mangkenagaran lantaran minimnya pasokan air untuk lahan tebu milik penduduk yang menyuplai tebu ke Pabrik Gula Colomadu.
Selain dimanfaatkan oleh penduduk setempat untuk memelihara ikan dalam bentuk keramba dan bercocok tanam, Waduk Cengkilk bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata air yang cukup prospektif. Pulau-pulau kecil yang ada di tengah Waduk bisa menjadi pemandangan tersendiri bagi pengunjung yang menikmati Waduk dari tepian maupun yang berkeliling menggunakan perahu yang ada di Waduk tersebut.
Penataan ruang publik di tepian Waduk dengan dipadu kuliner berbahan dasar ikan khas Waduk sangat diperlukan. Penataan ruang publik yang baik tentunya akan menjadi nilai tambah tersendiri bagi citra Waduk dan dalam skala luas adalah kepariwisataan di Boyolali.



Klik DISINI untuk menuju ke lokasi dengan Navigasi GoogleMap


Pilihan Ekonomis Menikmati Keindahan Lanskap Air & Alam


Terletak dekat dengan Bandara Internasional Adi Sumarmo dan Asrama Haji Donohudan Boyolali. Sebuah wisata air yang menawarkan biaya murah dengan pulau-pulau kecil ditengahnya, wisata kuliner air tawar, dan berkeliling waduk dengan perahu motor. Secara fungsi, Waduk Cengklik digunakan sebagai tempat penampungan air sekaligus sumber air yang menyuplai sawah dan kebutuhan masyarakat sekitar. Disini pengunjung bisa menikmati pesona sapuan keemasan matahari saat sore hari dan juga lanskap Gunung Merapi dan Merbabu juga terlihat jelas dari waduk ini.
Sesampainya di waduk, para wisatawan langsung disuguhi kesejukan suasana di sekitarnya. Duduk santai di pinggiran waduk sambil memandangi air waduk, pulau-pulau kecil, dan tanaman enceng gondok merupakan sesuatu yang menambah keindahan pesona alam sekitar. Pada saat musim penghujan, air waduk begitu melimpah sehingga mampu mengairi persawahan di sekitarnya dan bisa untuk budidaya pembenihan ikan.

Saat pagi dan sore, tak sedikit wisatawan yang datang untuk mengabadikan indahnya sunrise dan sunset yang mempesona. Sedangkan di siang hari, dapat dengan mudah dijumpai aktivitas warga yang asyik memancing hingga menghabiskan waktu di tepi waduk. Tempat ini juga asyik untuk bersantai karena suasananya yang tenang. Tak luput juga serombongan keluarga yang sengaja datang untuk menikmatinya. Entah hanya duduk-duduk santai saja atau berkeliling perairan waduk dengan perahu tempel. Beberapa pengelola wisata membuat aktifitas rekreasi olahraga menarik seperti jetski yang banyak disukai oleh remaja dan anak muda.

Menikmati keindahan waduk cengklik memang sangat nyaman jika kita bisa menikmatinya dengan naik perahu motor dan melaju ke tengah-tengah waduk. Karena ketika kita sampai ditengah kita akan disambut oleh banyak sekali ikan yang siap diberi makan. Ikan-ikan itu adalah milik mereka yang memiliki keramba disana. Untuk pengunjung yang ingin mengelilingi Waduk Cengklik, bisa menyewa perahu motor yang disediakan oleh pengelola wisata. Cukup dengan Rp 40.000 untuk sekali jalan. Perahu ini cukup untuk menampung 8 orang. Berkeliling waduk ini biasanya selama 20 menit. Apabila sudah lelah, pengunjung bisa beristirahat di bawah pohon yang rindang di pinggir waduk. Tak lupa terdapat kuliner disekitaran kawasan ini yang menanti untuk dijelajahi.
 ---------------------------------------------------


Bagi penggemar fotografi Solo Raya sunset di Waduk Cengklik merupakan salah satu tujuan wajib untuk ‘hunting’, keindahahan ketika senja. Pesona langit perak di angkasa serta latar bayang bayang gunung Merapi Merbabu menjadi magnet kuat yang diabadikan para fotografer. Kehidupan penduduk sekitar di karamba, cipratan air di rakit atau pun sampan yang digunakan nelayan merupakan sumber inspirasi untuk diabadikan dibalik lensa. Tidak jarang di sore hari kita menemukan banyak rombongan penggemar fotografi dari luar atau dari Solo raya berkunjung ke Waduk Cengklik. Selain menjadi spot favorit bagi fotografer tempat ini juga merupakan tempat favorit bagi penggemar olahraga memancing, tidak jarang mereka menginap untuk memancing disini. Selain sebagai sumber irigasi sawah, warga sekitar juga memanfaatkannya untuk memelihara ikan di dalam karamba, kebanyakan jenis ikan nila yang dibudidayakan disini. Bagi anda penggemar olah raga bersepeda, Waduk Cengklik juga menyediakan track yang layak dicoba bagi penggemar sepeda gunung, untuk penggemar sepeda yang lebih santai anda bisa bersepeda menyusuri jalan inspeksi yang beraspal halus yang membentang di pinggiran waduk. Suasana pagi juga tidak kalah indahnya, ketika matahari mulai terbit dan langit berubah dari gelap ke warna keemasan dengan udara segar dan lalu lalang perahu nelayan menambah asyiknya suasana.
Waduk Cengklik sendiri saat ini mengalami kerusakan dengan tingginya sedimentasi dan laju pendangkalan yang tidak terkendali. Pertumbuhan enceng gondok yang amat cepat juga menjadi penyumbang besar pendangkalan ini, banyak bagian waduk yang sudah menjadi daratan dan ini sangat disayangkan.Perlu pengelolaan yang lebih intensif untuk menjadikan waduk ini jauh lebih menarik.  


Foto Narsis dulu saat survey mumpung Bos tidak ada. :) _ 
  
-----------------------------
Sumber: 
Kunjungan Lapangan/ Survey (2007)
https://situsbudaya.id 
https://wisataboyolali.com/
http://wisatasolo.id/
Sejarah Waduk Cengklik Boyolali yang Merana

thanks for your comments

Top